Monday, 23 November 2009

Hebatnya Si "Penyemangat"

setiap orang pasti punya penyemangat, even itu mimpi-mimpinya sendiri, keluarga, pacar, bahkan binatang kesayangan yang selalu membuat 'empu'-nya pengen cepet-cepet pulang kerumah. Itulah kenapa si penyemangat ini selalu membuat diri kita seperti punya tujuan hidup. Ya, saya juga pernah merasakan itu. Rasanya enteng banget ya hidup di bumi, masalah yang datang selalu aja di lawan dengan senyuman, mau lagi di omelin orang tua, di musuhin temen, di marahin sama bos, sampe dapet nilai kurang memuaskan dikelas pun tetep bisa senyam-senyum. Malahan kita bakalan bilang sama diri sendiri: "gue pasti akan bisa lebih dari ini!". Begitulah kira-kira kata yang bisa mewakilkan rasa semangat yang menggebu-gebu demi untuk menunjang si penyemangat ini. Saya pun begitu, saya selalu bilang pada diri saya sendiri, bahwa saya tau apa yang saya jalani, beberapa bulan yang lalu. Iya, beberapa bulan yang lalu yang benar-benar membuat saya buta kerja, buta ngerjain tugas, sampe buta terus ingin merasa senang. Dari -/+ 5.7 Milyar penduduk Bumi 'yg masih nafas', pasti satu sama lain mempunyai semangat yang berbeda-beda. Dan saya memilih "ini" untuk menjadi penyemangat saya. I think there never was a mistake, when we cheer something.. May people will not understand with this, but I'm really enjoyed it.. Sedikit sedih (bohong besar) saat saya tahu saya kehilangan penyemangat saya, hidup saya mulai uring-uringan, saya juga gak tau kenapa senyum yang biasa mangkal di mulut saya berubah jadi kapal Posseidon yang terbalik karena terkena gelombang yang super dahsyat. Seperti Kanta, teman saya yang sedih banget ditinggal anjing puddlenya mati. Eits, tapi penyemangat saya lebih berharga dari seekor anjing yang hanya menghibur dengan kelucuannya, ini lebih, bahkan dahsyat buat saya (agak berlebihan ya? hehe) ini bisa menginspirasi saya buat menulis banyak tulisan sampe saya gatau lagi mau ngungkapinnya. Ini bisa membuat saya selalu rajin ngampus disaat gada pelajaran sekali pun, dan ini bisa membuat saya tau apa yang saya jalani. Hebatnya si "penyemangat".. saya gak egois yang menyalahkan suatu situasi atau kondisi yang mungkin membuat saya merasa kehilangan, no way for do this.. I just felt no encouragement for now, the deepest encouragement. samapi saya terpikir suatu kalimat yang benar-benar membuat saya setuju dengan pemikiran saya, bahwa:

"
I don't really need a money, I just need you, because if u were here, I would be excited to collecting more money!"

That's true! the power of encouragement was great! No wonder if these words could be realized, maybe I will be the richest man in the world, or the happiest poorman in the universe! Once again, words never come easy as I wrote.. thanks pep



Thursday, 12 November 2009

Hidup itu untuk BERTEMAN!

Wooo-hooo! How are you, guys? Comment êtes-vous amis? どのようにお友達ですか?¿Cómo estás amigo? haha bingung? entah kenapa saya lagi suka semua bahasa yang diatas, English, French, Japanesse, sama Spanish. Belajar bahasa baru adalah salah satu hal yang menyenangkan loh.. (apa karena terobsesi buat kesemua negara itu ya? hehe) Senangnya belakangan ini bisa menghabiskan waktu bersama teman-teman, tentunya sama sahabat burik saya, Sarah Shafitri! It was awesome, kelilingin Monas sampe 3 kali (itu baru diluarnya aja loh slash nyasar) sampe (sok-sok) mengenang masa-masa pertama kali bertemu di Twitter. Hidup ini menyenangkan kawan! walopun emang gak sempurna sesempurna orang ngeliat Mr. Donald Trump yang punya kekuasaan dimana-mana, ato kalo buat cewek-cewek, ngiri sama Nia Ramadhani yang bakal nikah sama anaknya Mr. Bakrie. Well, how to enjoy the journey of our life? Just be YOU! Beautiful, Ugly, Handsome, Sweet, Tall, Short, and whatever you are, just be smiling! Selama teman masih ada dimuka bumi ini tertawa adalah bukan hal yang haram buat dilakukan! Love Friendship!




Liebe Freundschaft!

Friday, 28 August 2009

Coklat Gantung

Minggu terakhir Agustus saya mengepost di blog ini, so many things happened. Marhaban ya Ramadhan, bulan puasa uda saya jalani kurang lebih 7 hari kebelakang, dan mungkin masih menyisakan sekitar 23 hari kedepan, kalo kata orang bulan puasa adalah bulan yang banyak cobaan, bagi saya itu adalah benar, totally rite malah. Selasa besok saya udah mau masuk kuliah, seharusnya liburan beberapa minggu kemarin saya pakai buat kembali menghadap kekomputer dengan aplikasi word 2007 dan menulis cerita yang rencananya akan saya ajukan kepenerbit, bukan berdiam diri, main Facebook, Twitteran gak jelas sama Sarah Shafitri, ato sekedar memberikan informasi terkini tentang apa yang saya lakukan di Twitter. Seperti yang tadi saya bilang, many things happened. Akhir Juli adalah bulan making decision buat saya, ada beberapa masalah yang sangat membebani pikiran dan hari-hari saya, saya sendiri gak mengerti apa yang saya pikirkan dan saya rasakan saat itu, saya rasa saya memang bodoh ato lebih bagus lagi bahasanya idiot. Saya ingin hari-hari saya kembali menjadi setaun yang lalu, sebelum saya menemukan banyak hal-hal baru yang telah saya temukan, saya memang orang yang senang mengatakan apa yang saya mau katakan, tapi saya juga tau diri mana yang harus saya lakukan mana yang tidak. Juli ke Agustus cuma beda satu bulan, tapi saya merasa puasa kali ini berasa akan emnjadi dua bulan, saya seperti merasa sudah memulai berpuasa dari bulan Juli, tahan amarah, tahan segala pikiran buruk, bersabar, dan bisa menahan tangan saya untuk tidak menyalahkan diri saya sendiri. I choose no one to share, banyak teman bahkan sahabat yang perduli dengan keadaan saya, tapi saya rasa masalah pribadi hanay kita yang tau, mencari sesuatu yang menbuat saya tenang adalah hal yang ingin saya cari sekarang, begitu banyak presepsi dalam otak saya, sampai kadang-kadang membuat teman saya memaksa untuk bercerita kepada mereka, bagaimana saya bisa terlihat murung disaat teman saya tertawa lepas saat menonton 'The Proposal' beberapa waktu lalu, saya hanya menjawab: "Buat gue belum ada yang lucu yang harus buat gue menertawakan sesuatu." memang benar, saya memang kadang tertawa, otak berfikir, dan hati menjerit. Saya mengucapkan terima kasih kepada tuhan karena saya benar-benar diberi kesenangan untuk menulis, yap I think write something is better than anything, seorang laki-laki menulis apa adanya, mungkin tentang masa kecilnya yang selalu berantem sama teman SDnya, masa SMPnya yang memulai cinta, cinta monyet, Masa SMAnya yang mulai bandel-bandelnya ngerokok, sampai masa menjadi seorang mahasiswa yang lebih banyak lagi mendapatkan sesuatu hal yang cukup menarik bagi mereka. Hidup gak datar, hidup saya juga, sakit, senang, sedih, marah, kesal, berbunga-bunga, sampai jatuh cinta. Saya mencari jawaban dari semua pertanyaan dalam pikiran saya hampir sebulan lebih, dan akhirnya terjawab juga, saya selalu bilang kepada diri saya sendiri: "sesuatu yang membuat gue terobsesi adalah kebaikan, keramahan, keindahan, kecantikan, dan kerendahan" terbukti saya sayang sekali dengan Ibu saya karena kebaikannya merawat saya, saya suka sekali melihat mbak-mbak yang bekerja sebagai teller dibank karena keramahannya, saya suka sekali melihat indahnya panorama mendung dikota Jakarta saat menjelang sore yang juga menghembuskan anginnya keseluruh tubuh saya dan membayangkan saya menjadi seorang yang sendiri yang kuat bahkan mampu untuk mewujudkan semua impian saya, saya suka sekali melihat kecantikan Erin McNaught model asal Australia yang bisa membuat saya klepek-klepek, dan saya suka kerendahan hati seorang guru terhadap muridnya. Saya belum pernah menemukan keseluruhan utuh yang membuat saya bisa terobsesi kelas kakap yang bisa membuat saya benar-benar 'Diam'. Tapi itu setahun yang lalu, setahun belakangan ini saya mulai menemukan sesuatu yang bisa membuat saya terobsesi panjang, energi positif, hari-hari yang cerah, muka dengan senyuman yang bagi sebagian teman saya menjijikan, sampai terinspirasi oleh suatu hal. Saya benar-benar buta, saya benar-benar sudah gak tau diri dengan semua kondisi, sempat berfikir diri saya yang salah, tapi ternyata, bukan salah siapa-siapa. Setahun kebelakang otak saya telah diuji beberapa kali bahkan hampir tiap harinya untuk tidak memikirkan sesuatu hal yang tidak seharusnya. Cerita saya terhenti ketika saya benar-benar kehilangan inspirasi, kehilangan semangat untuk berkarya, bahkan buat tersenyum. Saya sendiri masih benar-benar tidak mengerti apa pun, anggap saya adalah bayi yang baru lahir yang masih merasakan nikmatnya dikagumi banyak orang, dikerumuni banyak orang. Tapi saya merasa sendirian ditengah-tengah sahabat-sahabat saya yang mengerumuni saya. Mereka selalu bertanya, saya diam, saya rasa the greatest best friend that I ever had adalah diri saya sendiri, sebuah ucapan hanya akan emnjadi omong kosong kita saya sendiri gak bisa 'menampar' diri saya untuk moving forward. "Saya sudah menemukan Jawabannya" saya diam, tangan saya lemas, saya mencari untuk mendapatkan apa yang saya sendiri belum tau maksudnya, saya menemukan jawaban yang membuat seluruh pikiran menjadi buyar, sampai akhirnya, terobsesi menjadi salah satu hal yang harus saya hindari mulai detik ini, ingin rasanya apa yang saya obsesikan tau akan hal ini, membaca kalimat demi kalimat yang saya tulis di blog ini, menerka-nerka apa yang saya rasakan, karena cuma dia yang tahu. Sejauh saya menulis, sejauh juga saya menuangkan beberapa beban yang ada dipikiran, saya cinta berbicara, tapi saya lebih cinta menulis, menulis adalah hal yang terbaik yang pernah saya rasakan. Saya bersyukur tuhan memberikan saya rezeki untuk mebeli jaket merah kesayangan saya yang kemarin baru saja saya pakai ketika kedinginan dimobil saat hujan turun, rasanya sangat nyaman dan hangat. apa bedanya dipeluk? saya rasa sama, mungkin jaket kesayangan saya itu pengganti pelukan yang bisa menghanagtkan dan menenangkan saya saat saya berusaha untuk marah-marah pada diri sendiri dan berusaha menjadi Moreno Soprapto dalam sehari mengendarai mobil saya dengan laju cepat tanpa ampun. saya gak perduli orang membaca ini ato tidak, yang penting saya lega, dan saya akan memulai dari awal lagi suatu cerita dan berusaha membuat diri saya sedikit idiot menjadi juara olimpiade Science sedunia.

Friday, 21 August 2009

Diam itu Emas

Diam sudah saya lakukan sejak beberapa hari yang lalu, bahkan beberapa minggu yang lalu, ah saya lupa. Rasanya saya sudah kebanyakan diam sampai-sampai pengen meledak rasanya. Masalah datang kapan aja, udah kayak cinta, tapi tentu berbeda dong, masalah masih bisa di pisahkan artinya tapi kalo cinta, itu akan disebut masalah cinta. Setiap masalah saya pasti selalu berusaha buat sharing kepada sahabat-sahabat saya, terkecuali yang satu ini. Saya pikir hanya saya saja yang akan mengerti, sahabat, teman, bahakan orang yang saya permasalahkan mungkin gak akan mengerti. Beruntung saya suka nulis, kalo jaman SD mungkin blog blom ada, tapi bersyukur blog dihadirkan setelah makin banyaknya masalah yang mungkin ga bisa diceritakan secara langsung, ini adalah berupa tulisan yang tentu belum tentu orang mengerti, saya cuma ingin melepas sedikit beban yang mungkin hebatnya kayak bom Nagasaki-Hiroshima yang diledakin di Jepang kali ya. Pada akhirnya pun manusia emang harus hidup sendiri kan, ya kerja sendiri, ngurus diri sendiri. Saya memilih diam karena memang belum dikasih kesempatan untuk berbicara, dan tentu saya diam karena tidak mau membocorkan atom-atom yang akan keluar dari mulut saya berupa kemarahan pada diri sendiri. Seorang Gracia Marcelin pun teman tergila saya, dimana saya selalu gak bisa nahan ketawa kalo saya lihat tingkah lakunya tidak bisa membuat saya tertawa lepas saat ini. Segitu berlebihannyakah? Iya. Pikiran ini masih mengganjal, Diam itu lebih baik, saya gak ingin menyusahkan, makanya saya diam, saya gak ingin memaksa, makanya saya diam. Diam, diam, diam, diam, diam, diam, diam, diam, gak tau sampe kapan saya dikasih kesempatan buat berbicara.

Wednesday, 19 August 2009

Inconvenience

begin to share the lament was I did to anyone, but not for this one! I failed to save me from my self, hey give me a chance to being a 'Happy People'! I tried not to care, but this mind forced me think a long. You came, you are smile, you are so good to me, I feel so lonely without you, I feel valuable with you, I feel silly when I think of you, I feel so in love with you! that's gonna be spoken to you. I can't discriminated between Logic and a Sense, I've ever think with the Logic one, the result annoyed me! If I could speaks to you now, you might think the same with me, I have enough to get to know you, your daily, your activities, what else? Do you think I want more? BIG no dear. Should I go with my friends, waste the money, then laugh everything which makes me queer my self to stop think of you for a while? the thought will be back when I stopped my those activities. I actually ran out of words, how get you know? you haven't give me a chance, You're gonna save me from my self.

Saturday, 8 August 2009

Ask for Ignorance

Thanks to God, selama liburan ini cukup bisa membuat saya menulis banyak, menulis cerita sampai menulis di blog ini. Setiap saya memulai untuk menulis dimulai dari ketidaktahuan saya dalam sebuah ide, ide datang dengan sendirinya ketika kita merasa 'butuh' kita merasa 'waktunya' untuk bercerita. Seandainya semua orang suka menulis, mungkin gak ada kali ya acara TV kayak 'Curhat dengan Anjasmara' ato 'Masihkah kau mencintaiku'? ato apalah itu, yang tayang disalah satu televisi swata. Buat saya menulis adalah sahabat kedua yang telah cukup lama saya lakukan, tetapi curhat dengan Sahabat memang nomor satu, tapi saya akui, menulis bisa lebih leluasa dalam berekspresi, tidak seperti curhat kepada orang banyakan, saya masih harus menutupi sesuatu yang gak ingin saya share. "Ketidaktahuan" atau bahasa Inggrisnya biar keren "Ignorance" adalah salah satu kata yang memaksa kita untuk mencari tahu, mencari kebenaran, ato apalah bahasanya supaya kita merasakan kepuasan yang baik. Ketika kita ingin mengetahui ketidaktahuan yang kita tidak mengetahuinya (ribet banget) kita merasa berhak untuk tahu, karena rasanya kita sudah cukup terlibat dalam ketidak tahuan itu. Ketidak tahuan ada berbagaimacam bentuknya, ketidaktahuan tentang pelajaran, ketidaktahuan dimana rumah gebetan, sampe ketidak tahuan tentang rasa yang ada didalam diri. I think everybody feels this, dimana yang namanya 'Labil' adalah hal yang wajar dalam keseharian kita. Elo, Gue, Saya, Anda, Kamu, Aku, semua benci sama keadaan labil. Saat ini saya ingin berkhayal ada Doraemon yang bisa mengeluarkan alat yang bisa mengontrol ke-labil-an. "Alat Pengontrol Labil Manusiaa" (suara Doraemon saat mengeluarkan barang ajaibnya). Oppps! ini dunia nyata, I'm not kid anymore, tontonan gue bukan Pokemon lagi, malahan udah menjelajah ke kasur-kasur (maksudnya nonton DVD remaja sambil di tempat tidur) When I was child, I asked what it seems to be adult? Ketika saya menjadi ABG, saya pun bertanya bagaimana menjadi anak kuliahan? semua selalu berkutat di otak saya saat itu, Sekarang pun saya bertanya, bagaimana sih jadi orang dewasa yang banyak tanggungannya? Yep, itu pointnya, sebentar lagi mungkin saya akan merasakannya, dimana saya yang harus gantian yang bertanggung jawab pada orang tua saya, terutama bertanggung jawab pada diri sendiri, I think it's complicated ya, saya disini bukan untuk sok tua, tapi saya disini untuk ketiak tahuan itu sendiri, dimana rasa cinta monyet sama rasa cinta sedikit beneran sangat jauuuuuh berbeda. Saya menyukai seseorang sewaktu SD sudah tentu berbeda dengan saya menyanyagi seseorang saat ini. Banyak orang bilang 'pengen deh balik lagi ke masa kecil, gak banyak masalah' sampe-sampe dibuatin film '17 Again' yang diperanin oleh Zac Efron.
Mungkin masa lalu menyenangkan, dimana kita akan menjadi muda lagi, tapi saya rasa, menjadi dirikita yang sekarang adalah hal yang terbaik yang pernah dikasih Tuhan selama ini, apa lo gak capek diomelin nyokap karena masih ngompol terus? ato lo gak capek dimarahin bokap karena mecahin kaca mulu saat lo main bola tendang dirumah? Ketidak tahuan membuat saya lebih bisa menjadi apa adanya saya, dalam artian saya memang bodoh dalam suatu hal, maka saya tidak tahu tentang hal itu, saya mencari tahu segala hal yang buat saya penting, seperti saat ini, saya sedang berusaha mencari jawaban dari ketidak tahuan saya, dimana pikiran saya pun gak mampu untuk menjawab, Oh saya butuh seseorang untuk menjawab! yah, saya menanyakan pada seseorang yang sampai sekarang pun belum bisa menjawab, enath karena apa, sibuk, merasa tergangg, ato apa yang sama sekali saya gak mengerti alasannya. Hari ter-'sampah' kita bukan dimana saya kalah dengan ketidak tahuan saya itu, tetapi dimana saya memenangkan ketidak tahuan saya itu dalam bentuk tangisan bahagia yang akhirnya membuat saya lebih tahu kalo selama ini saya memang bodoh untuk yang 'satu' ini

Tuesday, 4 August 2009

Why you are so good to me?

again, I've influenced by Celso Fonseca's song, titled Slow Motion Bossa Nova. It make me feel so peacefully when I heard firstly. Loving someone makes inspirations, and I admit it truly. I have many inspirations that I was felt lately, you come into my life, remove all the emptiness that I feel, your smile like the sunshine which made me warm when the cold of rainy season has come in the first time I met you. Every 'Thing' that you gave to me, it have many passion for me to create many beautiful words to be written. Your lack is my power to loving you more and more. No more imperfection, in my mind it's create automatically
that you are so good to me. I saw you read something and you look so gorgeous, calm, and
make melting my sincere smile. I've learned that love is not only pay attention to people, help them when they need, but also how to make them get the deeply satisfied. You giving me more satisfaction, kindness, and feel valuable. See you behave like a child is a sincere joy for me, your body language speaks that you are loving everything, that you are caring anything, that's why I obsessed to you. I loved you, not like a kid loves their game station, not like a man loves sport, also a dog loves bone, it means I loved you as my inspiration, my passion, my spirit, and anything that affects both for me. Don't you know? I never feel the same when I falling love, every person was different, there's giving me a good smile everyday, there's giving me a spirit to do something, but you gave me everything that they wouldn't give to me. Viewing your purse placed on your table, can already make me calm as close to you. You are beyond the imagination, you were the dreams. I wish I could to give you back after you spoil me with all that you have. Each of our togetherness is something that valuable time, get conferences, sharing, have a dinner, until accidentally see you fall asleep cause of lethargy. I love to see your curved hands, your smile, how to you walking, your humble, everything about you. I felt more convenience when you around, when you look at me, when you more attractive that makes me not aware the time if I had to go. I feel the lucky one to know you more, even you don't have cleared all. I have passion to write anything as long as you 'encourage' me. Do you also know, that no one knows, no one understand, there is no one that I tell about you. It will be sweet when I keep it in my mind, until I take the time to speak directly to you. Once again, choosing you was good on me, no negative things, just good things that I got. You are my inspiration, my passion, and my loved.


I love you.. my passion.

Thursday, 30 July 2009

Love Two-days

Hallo Buddies, senang sekali dua hari ini saya benar-benar bisa tertawa lepas selepas-lepasnya bersama teman-teman 'gila' lama saya, yang juga kebetulan merencanakan jalan-jalan dadakan. Bermula dari teman saya yang bernama Chicy yang mendapatkan 4 voucher nonton gratis di XXI dimana aja, dan SenayanCity (lagi-lagi) menjadi tempat pilihan kami, kami hanya pergi ber-3, saya, Chicy dan Fadjri. Kami (lebih tepatnya Chicy sih) memutuskan untuk menonton film animasi 'UP' yang setelah menonton, ternyata it's been fun juga! setelah menonton kami berlanjut (lagi-lagi karena kemauan Chicy) ke Shusi Tei dimana ke tololan-ketololan terjadi disini, dari Bumbu Shusi dikira gula jawa (what the fuck!) sampe jahe yang akan di bawa pulang oleh Chicy sebagai permen jahe (you think so, Chy! lol) belum lagi noraknya Chyci ketika ketemu sama Afgan (FYI, dia sedang bersama seorang wanita yang gak tau juntrungannya, dan Chicy pun langsung mempunyai otak komersil yang mau merekam kebersamaan mereka dan menjualnya ke Infotainment! oh god......)
saya kira kegilaan kami hanya hari itu saja, besoknya Chicy pun menghubungi saya lagi untuk menhajak ke Cafe milik teman saya yang lain, yang gak jauh juga dari domisili kita hehe, dan ternyata memang benar, Chicy lagi-lagi membuat saya gila! ditambah bertemu dengan orang-orang gila juga! But, anyway thanks for teman kelas 'sogokan' yang sudah menjadi gila gara-gara si jari 'ngetril'!! hahaha

Sorry guys, i haven't a long story.. you can see the pictures of us, my 'sogokan' classmates 'till Silly Friends :P





With 'Sogokan' Classmates! lol



Saya, Chicy, dan Fadjri



Saya dan si pantat besar (hehe)



Monday, 13 July 2009

REspect in UNIty

Sabtu kemarin rasanya badan saya hampir remuk (agak berlebihan maaf ya hehe) soalnya dalam satu hari ini saya harus menghadiri dua acara Reunian, antara lain Reuni akbar Paskibra SMA saya, dan reuni SD yang memang saya inginkan mendatangi dua-duanya (kangen banget sama sekolahan :P) okay, Sabtu pagi kemarin saya bangun jam setengah tujuh pagi setelah alarm (sialan) di handphone saya membangunkan tidur molor saya (seharusnya Sabtu ini menjadi Sabtu-Sabtu sebelumnya yang bisa saya pakai untuk bermalas-malasan hehe) . Saya membuka remainder di handphone saya, ternyata saya janjian untuk menjemput teman saya masih jam sepuluh-an, rasanya badan saya belum mau dilepaskan dari si guling, alhasil saya melanjutkan lagi tidur saya yang terganggu oleh alarm handphone (kebiasaan buruk, nih.. jangan diikuti ya teman-teman :P) beberapa jam kemudian handphone saya bergetar kecil menandakan sms masuk. Mata saya masih berat sekali untuk bangun sepagi ini (menurut saya ini masih terlalu pagi loh :P) tapi tangan saya akhirnya mengambil handphone saya juga yang berada dibawah bantal, saya melihat pesan dari TJ (Teman SMA sekaligus teman seperjuangan Paskibra saya hehe) dia cuma bilang: 'Yo, gue udah siap nih, lo mo berangkat sekarang kan?' saya mengerutkan dahi, saya berfikir ngapain teman saya ini rajin banget jam tujuhan sudah siap-siap, ternyata eh ternyata, jam digital di handphone saya sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat lima belas. Engingeng... (ternyata tidur berasa 15 menit itu sama saja tidur tiga jam lebih! hehe). Masih dengan rasa malas, saya akhirnya bangun juga dari tempat tidur lalu mengambil handuk dan segera bersiap-siap. Jam sebelas kurang saya sudah selesai bersiap-siap, saatnya si Merah bertugas untuk mengantarkan saya untuk menjemput teman saya di tempat janjian yang sudah ditentukan, Let's go!




Singkat cerita, kita (saya dan TJ sudah sampai di depan sekolahan saya, ternyata kami melihat kakak senior Paskibra saya dulu yang biasa dipanggil Kak Tata, untunglah kita bertemu salah satu orang lagi untuk masuk kedalam areal sekolah (soalnya uda lama banget gak main-main kesekolah jadi agak malu-malu gimanaa gitu hehe) Okay, kita bertiga masuk kedalam sekolah, suasana memang belum begitu ramai, dan kedatangan kami langsung disambut oleh 'mantan' anggota Paskibra lainnya, well kangen juga ngeliat kakak-kakak senior saya yang dulu memaksa saya untuk push-up 100 kali, berguling-guling di tanah sampai bikin saya pengen muntah, dan satu lagi, makan nasi bungkus yang banyaknya naudzubillah harus dihabiskan kurang lebih dalam lima menit. Tapi, itulah seninya Paskibra, kita dituntut untuk siap mental, fisik, juga kekompakan, satu push-up semua pun ikut push-up hehe. Lucu juga ya inget lagi kenangan-kenangan dulu waktu masih jadi Junior, kata salah satu senior saya, dulu Matahari adalah 'teman' anak Paskibra, tapi sekarang? boro-boro baris dilapangan siang bolong, kena radiasinya aja uda bawel sendiri hehe, dasar. Sembari nunggu acara dimulai, saya dan TJ (yang datang hanya kami berdua dari angkatan Paskibra saya yang berjumlah 12 orang) mengobrol-ngobrol denagn kakak-kakak senior saya yang (memang) sudah lama gak pernah ketemu lagi, wow semuanya memang gak pernah berubah (kelakuannya) dari Kak Doppy yang isengnya melebihi crayon Shinchan, Kak Mamet yang masih dengan obsesinya menjadi seorang 'The Master' hehe, Kak Cintya yang masih tetep seumuran sama saya (yaiyalah kita sama-sama tahun kelahiran, cuma dia aja kecepetan masuk sekolah hehe), Kak Ferisa yang masih, bahkan nambah bijak aja, Kak Mutia yang tumben-tumbennya dateng ke acara Gathering kayak gini (piss ought!), Kak Tata dengan behelnya yang udah 5 Tahun gak copot-copot, dan terakhir si kucrut Ibnu yang dari dulu sampai sekarang sering adu mulut dengan saya hehe. Well.. semua yang ada di Paskibra membuat saya kangen dengan situasi yang lumaya menguras fisik saya dan teman-teman saya (lumayan, itung-itung olahraga) hehe. Acara pun dimulai cukup meriah, ditutup dengan Parade per-angkatan dari angkatan 1-26 (banyak juga ya, kebayangkan uda pada umur berapa senior-senior saya? hehe) Dan, click! saya difoto hanya dengan TJ dikarenakan memang hany kami saja yang datang ke acara ini, alhasil foto ala Abang None pun menjadi gaya andalan (hehe).


Saya dan TJ


Ini adalah senior-senior gila saya yang menghukum penuh kasih sayang :P


Sekarang berklanjut ke Reunion sesion 2, wahh saya dan si Merah melancong lagi kearah yang berbeda untuk bertemu teman-teman SD saya, ketika saya datang, sudah cukup ramai ditempat janjian, teman-teman ternyata mukanya memang gak banyak berubah, Dari mulai Dita yang masih aja mirip tweety (hehehe ampun ampun), Fajar yang hanya model rambutnya aja yang berubah, Reygina yang dari dulu sampe sekarang makin pinter, Kuncoro sahabat terdekat saya dulu yang kerjaannya gambar-gambar komik hahaha dan banyaaaaaak lagi yang gak bisa saya sebutin satu-satu. Pokoknya hari itu adalah hari yang cukup berkesan buat saya, bertemu sahabat-sahabat kecil saya sampai bertemu the Judgements yang menentukan saya dihukum 'ala' apa, well Have a good life my friends, I got, and You got it! Friendship never end!



Semua teman teman SD saya


Ki-ka: Ditha, Saya, Farah, Noni, Rio, Tara, Elka, Mirza, Revina, Fajar, dan Reygina




Wednesday, 17 June 2009

Skies has been a second best

I just returned from my daily activities, it was half seven night. Today wasn't too hot for weather in Jakarta. I have been wearing long-sleeve shirt to keep me warm. I came down from the bus, and walk away to the destination, my house.
The sky looks beautiful, tonight. I just walk away and seeing the sky with a sincere smile. 'Thank You' I just told in my mind and keep walking. I heard a 'Perfect Moment' song, that remembering me in a happiness some time ago. I wish I could freeze, this space in time. The happens was happened, I got nothing for this journey. I keep walking, my body knows where will I go, but not for my mind. We're so different, you had changed, so do I.. Now we had changed. This situation makes me have any idea to writing, might the last about you. Winds blow cold concurrently with the 'cold' conditions. I settled on a motorcycle which brings me go to future before I go next. People ever told me, 'There's nothing dark, but it just a less light' I think right. It just needs a certainty to undergo this. This feeling has not entirely lost, there are few expectations that waited for uncertainty. I think all ends, before the time. May be the problem is vagueness. Vagueness.. Uncertainty.. Stupidity.. I repeated that word until no meaning again. Yeah, may be vagueness that make it darknest, Or.. we had no the same thought? And if tomorrow brings a lonely day, Here and now i know I haven't lived in vain. I wish I could keep you all of my life, but this has ended. Well, the world is going around, and I'll be keep standing. I hope with the end of this words, I'll be able forgotten of you..


'Goodbye, Coklat'

Monday, 15 June 2009

I Need To Know, What's on Your Mind?

Lagi-lagi saya dapat mempengaruhi teman saya tentang sebuah lagu accoustic yang dibawakan oleh Bang Adhitia Sofyan :D. Well, lagu ini memang sangat touchy, dengan petikan gitar yang calm the soul dan suara yang pas dengan lagunya. Pertama kali saya mendengar lagu ini (disebuah film bertajuk 'Kambing Jantan The Movie' karya Rudi Soejarwo) saya langsung 'ngeh' kalau lagu ini sangat special buat saya. Easy Listening, saya suka iramanya, dan saya pun coba mencari liriknya, you can see here :

'I need to know what’s on your mind

These coffee cups are getting cold
Mind the people passing by
They don’t know I’ll be leaving soon

I’ll fly away tomorrow
To far away
I’ll admit a cliché
Things won’t be the same without you

I’ll be looking at my window seeing Adelaide sky
Would you be kind enough to remember
I’ll be hearing my own foot steps under Adelaide sky
Would you be kind enough to remember me

I’ll let you know what’s on my mind
I wish they’ve made you portable
Then i’ll carry you around and round
I bet you’ll look good on me

I’ll fly away tomorrow
It’s been fun
I’ll repeat the cliché
Things won’t be the same without you

I’ve been meaning to call you soon
But we’re in different times
You might not be home now
Would you take a message
I’ll try to stay awake
And fight your presence in my head'


Oh God, This lyric gonna be the best words to say! I'd love to listen it everynite, before I'm going fallasleep :P. 'I need to know what's on your mind?' adalah pertanyaan semua orang kepada setiap orang yang dispecialkan tentang diri si penanya. Saya rasa semua orang pernah merasa dirinya bodoh akan sesuatu, bodoh akan semua pertanyaan yang terus berkutat dikepalanya hingga membuatnya terkadang menjadi sedikit 'autis' terhadap dirinya sendiri. Ketika saya menyuruh teman cowok dan cewek saya untuk mendengarkan lagu ini, berbagai macam pendapat dikeluarkan yang intinya lagu ini memang 'pas' sekali dengan situasi yang pernah dialami oleh mereka, well ini bukan membahas tentang percintaan, tapi seseorang gak bisa dipisahkan dengan sesuatu yang dinamakan 'perasaan'. Oke, lagu ini memang menceritakan tentang kegelisahan seseorang yang ingin mengetauhi keadaan pasangannya/calon pasangannya. Setiap orang benci yang namanya 'menjadi gelisah' saya juga, tapi saya rasa jika kata 'gelisah' itu tidak ada, kata-kata 'Things won’t be the same without you' di dalam lirik diatas tidak akan pernah menjadi special karena tidak ada orang yang di-gelisahkan, it's truly! : )

Tuesday, 9 June 2009

Creepy Romantic


saya bingung mau memulai ini dari mana, rasanya baru kemarin baju saya melar karena ditarik-tarik oleh si Tumbal saat kami menonton 'Drag Me To Hell', Senin 8 Juni 2009. Kemarin seharusnya menjadi hari tersibuk kami untuk mengerjakan banyak tugas yang memang deadline minggu ini, tapi memang kedua sahabat lobak saya (si Tumbal dan si Tete) memang penuh pikiran licik yang mengajak saya untuk madol (sebutan untuk anak jaman sekarang yang artinya cabut sekolah/kampus) pada jam terakhir yang memang gak begitu penting sih, (FYI, saya anak baik-baik loh *gak penting..) oke, saya akhirnya saya pun ikut terpengaruh dari pengaruh buruk kedua sahabat tengik saya itu. Well, si Merah tak saya kendarakan saat itu, akhirnya mobil si Tumbal yang sekecil orangnya pun dibuat menjadi kendaraan tempur kita untuk melancong ke SenayanCity. Perjalanan kami menuju SenayanCity was going smooth.. (Hm, I might hit something so that I will forget that this incident :D) bla bla bla bla...

sampailah kami di SenayanCity (nah disini baru saya ingat kembali :P) kami turun dari mobil dan menuju Hoka-Hoka Bento dimana pacar dari si Tete telah menunggu kami datang. (lagi-lagi) si Tumbal ceroboh, dia lupa menaruh karcis masuk mobilnya entah dimana.. oke, let's check it out.. dan ternyata.. karcis cantik itu tersimpan manis ditas pinkynya setelah kami membongkar abis-abisan mobil si Tumbal (hoammm..)

Kami menuju XXI dan sesegera mungkin memesan ticket dan langsung bergegas kembali ke Hoka-hoka Bento untuk mengisi perut kosong yang sedari tadi membuat kami 'gila'. 'Slllrrppp..' dan sedikit membusungkan perut karena telah terisi dengan Ekkado ditambah dengan 3 egg chicken rol. Jam menunjukkan pukul lima kurang lima belas, kami pun segera meninggalkan tempat dan berlanjut ke XXI. 17.05 adalah jadwal yang sama dengan jadwal nonton si Tete saat menonton 'Drag Me To Hell' bersama pacarnya (anyway, thank you ya mau jadi 'Tumbal' ke dua gue yang akhirnya rela menonton 'Drag Me To Hell' untuk yang kedua kalinya *gapapa ya, yang penting kan sama pacar di.. hehe) okay, kita duduk di kursi masing-masing, si tete duduk disebelah pacarnya, dan saya?? dengan muka lemas (mau gak mau) duduk disebelah si Tumbal. Film dimulai.. di buka dengan keluarga yang anaknya sakit terkena kutukan dan terlihat dibawanya keseorang paranormal, dan JRENGGG!!! si Tumbal menarik baju saya sambil bersembunyi karena dikagetkan dengan kengerian film itu (its totally damn spooky, shit!) oke, scene berikutnya, Christine Brown, yang diperankan oleh Alison Lohman ternyata tidur berdampingan dengan hantu nenek yang mengutuknya, dan JRENGGG!! baju saya di tarik untuk kedua kalinya oleh si Tumbal (sebenarnya dalam hati saya, berkata: WHAT THE HELL!!! please, don't makes me afraid like this!) semua audiences berteriak seiringan film menakuti kami, dan sebanyak teriakan itu pula, baju saya ditarik pula oleh si Tumbal. Disisi lain, si tete dan pacarnya asyik-asyikan pegangan tangan dan saling menenangi pada saat saling ketakutan. (kembali lagi kepada saya) saya hanya merasa kasian pada diri sendiri, kenapa hanya saya yang merasakan dua hal yang menakutkan? film ini memang menyeramkan dan shocking me every scene.. tapi orang-orang gak akan merasa TAKUT MALU kan dilihat bajunya melar akibat ditaik-tarik oleh si Tumbal yang ketakutan??? T_T

Friday, 5 June 2009

The experience that I should tell you



Sebenernya saya ingin menceritakan pengalaman ini sejak lama, tapi berhubung saya baru menjadi blogger, yah baru kali ini saya sempatkan untuk bercerita pengalaman yang membuat saya sadar, kebahagiaan itu gak bisa dibeli dengan apa pun..

Jum'at, 10 April 2009. saya sedari pagi sudah bersiap-siap untuk pergi ke kampus, bukan untuk datang ke dalam kelas yang terkadang membuat saya suntuk dikelas, melainkan menepati janji saya untuk bergabung dengan teman sekelas saya untuk mengunjungi sebuah panti asuhan yang memang telah di organize oleh pihak kampus. Honesty, kamis malam saya masih bimbang dengan kegiatan ini, antara mau dan tak mau tapi, lagi-lagi si Tumbal 'sedikit' memaksa saya untuk tetap hadir besok, "yah itung-itung absen juga sih, gak apa-apalah.." pikir saya. Keesokan harinya, saya (akhirnya) pergi juga menuju kampus, jalanan waktu itu tak begitu bersahabat, sedikit terhambat dan padat merayap. Saat itu, jam menunjukan pukul setengah sebelas siang, dan saya masih dalam perjalanan, dan bodohnya , saya benar-benar tak ingat hari itu adalah hari Jum'at dimana umat Muslim harus menjalankan ibadahnya yaitu, shalat Jum'at. Saya masih terlihat tenang, karena pada pukul 11 siang, saya sudah berada dikawasan Kuningan, yah.. tinggal beberapa menit lagi saya pun sampai di kampus saya. Kira-kira pukul sebelas lewat saya sampai di kampus saya, yah setidaknya saya bisa solat di areal kampus. Saya turun dari mobil, dan berjalan menuju parkiran dimana anak-anak sekelas sudah pada saling menunggu. Tidak semua anak kelas saya ikut sih, tapi (minimal) beberapa anak cowok di kelas saya ikut serta dalam aktivitas ini. Saya pun duduk sembari menunggu waktu solat yang sebentar lagi akan memanggil saya untuk ketempat ibadah yang biasanya sudah disediakan pihak kampus saya. Teman-teman saya ribut sana-sini membayangkan suasana panti yan akan kami datangi, tak banyak dari mereka berfoto-foto ria, menggunakan kamera berkamera jernih milik salah satu teman saya. Awalnya saya hanya tersenyum kecil melihat mereka pada sibuk bernarsis ria disana, tapi rasanya rugi juga kalu saya tidak ambil andil di 'kegiatan tambahan' ini (lumayan, bisa nampang di Facebook :D). Well, seorang teman saya, yang bersuara seperti pelawak, Komeng (so sorry meng ;D) mengingatkan saya untuk pergi solat Jum'at. Sebelum beranjak pergi, saya menoleh ke sekitar saya untuk mencari teman barengan, nothing.. anak cowok yang hadir saat itu beragama non-Muslim, dan akhirnya saya terpaksa pergi sendiri. Saya berjalan santai kearah tempat dimana biasa diadakan solat Jum'at. Tapi, saya merasa ganjal dengan sepinya suasana kampus yang membuat saya ingin bertanya "Mas, solat Jum'atnya ada kan?" saya melihat tukang parkir kampus dan bertanya. "Wah, lagi OFF mas, kan sekarang lagi hari libur nasional.. jadi karyawan digedung ini pada libur" seketika saya ingin menertawakan diri sendiri (dan juga tukang parkirnya, OFF? gaya banget lu..) akibat ke gak 'ngeh'an saya sama hari ini. "okay, trus masjid paling deket dimana mas?" saya tanya lagi. "Ada tuh di benhil, yah lima belas menitlah kalo jalan kaki.." hmm, saat itu mungkin setan sedang menghinggap dibenak saya, dan akhirnya saya memutuskan untuk berbalik ketempat teman saya menunggu tadi (ya Allah, maafkan saya, gak ngulang lagi deh.. Janji!! hehe) seketika semua teman saya melihat saya ketika saya kembali lagi kesana. "Loh kok balik lagi?" tanya seorang teman. "Solat disini lagi gak ada" saya menjawab. "Trus, lo ga solat?" teman yang lain bertanya. "E-enggak dulu deh, abis jauh masjidnya hehe" seketika teman yang pertama nanya bilang "KENAPA GAK DARI TADI BILANG GAK SOLAT, KITA NUNGGUIN ELO TAUUUU...!!" (oooppppsss.....)


oke, kita lanjutkan saya menuju panti asuhannya. kita semua sudah sampai ke panti asuhan yang terletak di daerah cakung, Jakarta Timur. sebelum memasuki rumah itu, kami semua mempersiapkan barang-barang yang memungkinkan kami untuk bisa dipergunakan didalam sana. Banyak balon-balon yang (ternyata) sudah ditiupi oleh teman-teman saya sebelumnya. oke, persiapan sudah siap, kami semua memasuki rumah panti itu, begitu saya memasuki rumah yang lumayan besar itu, saya sudah disuguhi pemandangan banyaknya anak-anak kecil yang pecicilan sana-sini yang sepertinya Wondering banget dengan kedatangan kita. semua persiapan udah beres, saatnya Show Time!. Saya dan si Tumbal diminta menjadi MC pada acara ini. awalnya suara saya dan si Tumbal (hampir) tak terdengar dilawan dengan ributnya suara anak-anak panti yang senang dengan makanan kecil yang kami berikan sebelum acara dimulai.
"Oke adik-adik selamat siang.." si Tumbal membuka acara. "BLA BLA BLA BLA.." oh my.. suara si Tumbal nampaknya tak digubris oleh mereka. saya mencoba ambil alih namun tetap nihil. Akhirnya anak-anak pun diam karena perintah sang penanggung jawab panti asuhan itu. Acara dimulai dengan sambutan para pengasuh panti dan dilanjutkan dengan games-games yang telah kami rencanakan. Ada teman saya yang mengajak sulap anak-anak disana, nampaknya mereka sangat excited sekali dengan acara yang kami buat. Selagi mereka semua sibuk dengan tugas masing-masing, saya duduk di sebuah sofa bersama si Tumbal dan ditemani oleh seorang anak perempuan manis, hmm yang katanya dia hanya mau dipanggil 'J-LO' alias Jenifer Lopez! oh my.. first impression saya melihat anak ini, nampaknya dia mengingatkan saya kepada teman sekelas saya (kebetulan berhalangan hadir) yang bernama GRACIA. Saaya dan si Tumbal dibuatnya tertawa lepas melihat kelakuan polosnya yang terkadang bandel juga. Selain si J-LO, kami juga melihat keceriaan wajah anak-anak yang lain yang kelihatnnya sangat menikmati acara ini. dalam benak saya, saya berkata "oh god, they wouldn't feel the excitement this tomorrow" saya membayangkan kehidupan mereka setelah pengasuhnya bercerita tentang asal usul mereka. Masa depan mereka masih panjang, rasanya hidup dengan orang tua saja, masih membuat kita merasakan susahnya kehidupan, apalagi tanpa mereka? Saya sedikit menyesal dengan keraguan saya kemarin untuk hadir disana. Tapi semuanya terbayar dengan tawa teman-teman yang melihat kegembiraan yang mengajak mereka melupakan tantangan masa depan sejenak. "Huff.. kebahagiaan memang milik semua orang, begitu pun mereka yang ada di panti ini, kebahagiaan memang tak pernah bisa digantikan dengan uang sebesar apa-pun, selamat bersenang-senang adik kecil, dan.. makanannya jangan rontok ya!! kasian pengasuhnya nanti.. aduh.." :)

Wednesday, 3 June 2009

Antara si Tumbal, si Merah , dan si Lobak



kebiasaan si Tumbal adalah bermalas-malasan dulu sehabis beraktivitas di kampus sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang kerumah. Rasanya gue juga punya pikiran yang sama dengan si Tumbal, malas sekali pulang kerumah hari itu. Untung gue lagi membawa si Merah (Mobil gue), alhasil kita punya rencana untuk menonton 'The Readers' yang katanya, mengandung unsur pornografi yang makin membuat si Tumbal dan (terutama) gue memutuskan untuk menonton film itu. Sebelumnya kita menghabiskan waktu untuk menunggu waktu main film yang ingin ditonton. si Cantik dan sebungkus coklat cha-cha adalah pilihan yang tepat dan menjadi pilihan kami untuk menemani waktu senggang.

Waktu menunjukkan pukul setengah lima kurang, si Tumbal memutuskan untuk segera pergi ke bioskop, tapi gue masi nyaman dengan suasana kampus yang masi (lumayan) rame saat itu, sebenarnya si Tumbal pun tau, apa alasan gue sebenarnya enggan untuk meninggalkan kampus saat itu (hehehe)

okay, dengan berat hati akhirnya gue memutuskan untuk menuju dimana si Merah di parkirkan. si Tumbal nampak semangat untuk segera menonton film itu. Gue menyalakan mesin, dan menjalankannya menuju keluar gedung, kini kami mempunyai perbedaan suasana hati: si Tumbal kelihatan semangat dan gue biasa aja. semeter dua meter kedepan kita tak akan mengetauhi apa yang akan terjadi. sekejap suasana hati kita sama-sama tercengan melihat suatu pemandangan yang sangat mengejutkan! dengan sponton gue menyebutkan kata "Oh my.. LOBAK!!!!" si Tumbal ngakak sengakak-ngakaknya melihat putri Cinderela yang anggun tapi, berkaki yang menyerupai lobak.. *OH MY...............................

Sunday, 19 April 2009

Imagine that the part of your heart in Adelaide


How can I imagine the part of my heart and the whole of my mind were in Adelaide?
while the happen wasn't happened,
but it will happen soon, when I'll be quiet in my room, looking at my window seeing night sky
remembering all things happened with you..
..a happiness

..a missing time

..and a sweet smiling
there's no pain, I might feel free and smiling when I seeing night sky in my room
and hope you'll see the same shiny from the moon and light from the stars..
if I could drawing in the night sky, I'll delineate what's on my mind, purpose to when you see the sky,
you'll know there's many sweetest things which left behind in here, ..in my mind
this sweetest things awaits you to come in front of me and hug me tight to vanish the sorrow and my own fears about you..

a message isn't enough to assure me that you're okay, that you'll never be changed and you still the same when I last saw you..

when that time has come, only tears that I will soon be removed from my cheek and a big smile for you, to accompany your journey..

my window and the sky would be my good listener to hear my restless and all happiness..

it's just my imagination when you're totally not in here, it's the precious time to be your fidgety-mate and to be the sweetest things for me..

I'll never know, until when I can survive in a situation like this
until you actually come here, but with the another specialty who will accompany you for the next and forget all the happened that have been which always make me smile




*Thanks For Adhitia Sofyan, my Inspirator :) the great Adelaide Sky's Song!
NB: Please read this while listening to this video:)

video